FORUM DISKUSI TERPUMPUN “PENYUSUNAN KORPUS INDONESIA”

Pada Selasa (08 September 2015), dosen Languange Center Universitas Bina Nusantara menghadiri Forum Diskusi Terpumpun dengan tema “Penyusunan Korpus Indonesia” di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Sentul, Bogor. Diskusi tersebut dihadiri oleh para pejabat di lingkungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan empat orang akademisi dari berbagai universitas, salah satunya adalah Universitas Bina Nusantara yang diwakili oleh Rahmi Yulia Ningsih. Diskusi ini berlangsung sehari mulai dari pukul 09.00 – 16.00 WIB.

Dalam diskusi tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyampaikan pentingnya korpus bahasa Indonesia dalam rangka pengembangan bahasa Indonesia. Korpus adalah kumpulan sistematis tentang teks (tulis/lisan) yang muncul/terjadi secara alami. Ada beberapa jenis korpus: korpus umum vs korpus khusus, korpus historis vs korpus terkini, dan korpus lisan vs korpus tulisan, korpus pemelajar vs korpus penutur jati, korpus multibahasa vs korpus ekabahasa.

Korpus Bahasa Indonesia ini sangat dibutuhkan dalam pengajaran, penyuntingan naskah, dan penerjemahan. Korpus sangat bermanfaat bagi ahli bahasa (guru/dosen/peneliti/penerbit) dan orang yang memerlukan deskripsi lebih baik tentang bahasa. Namun sangat disayangkan bahwa hingga saat ini secara kelembagaan, korpus Bahasa Indonesia dan daerah belum diterapkan. Untuk itu dibutuhkan sumbang saran dari para akademisi terkait teknis penyusunan korpus Indonesia ini. Perguruan tinggi diharapkan dapat menyumbangkan hasil penelitiannya (skripsi/tesis/disertasi) untuk pengembangan korpus Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Rahmi memaparkan materi terkait pemanfaatan korpus bagi pengajaran bahasa Indonesia. Mengingat bahwa saat ini di Universitas Bina Nusantara belum ada jurusan bahasa dan sastra Indonesia, maka korpus yang dibutuhkan adalah untuk pengajaran bahasa Indonesia sebagai mata kuliah umum. Korpus bahasa Indonesia hendaknya mencakup seluruh bidang ilmu: ekonomi, hukum, teknik, komputer, bisnis, dsb; sehingga dapat membantu dosen dalam mengajarkan Bahasa Indonesia yang disesuaikan dengan ranah keilmuan mahasiswa yang diajarnya. Korpus bahasa Indonesia juga akan bermanfaat bagi mahasiswa sebagai sumber data yang dapat dijadikan data penelitian. Selain itu, Linguistik korpus juga dapat dijadikan alternatif metode pembelajaran bagi pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) sebagai mana yang pernah diteliti oleh Ni Wayan Sartini.

Bagi pengajaran BIPA, korpus akan bermanfaat bagi: (1) penyusunan buku ajar BIPA karena dengan linguistik korpus penyusun buku ajar BIPA akan dapat mengetahui kata-kata mana yang seharusnya diajarkan kepada siswa pada tahap-tahap tertentu agar siswa dapat memahami teks bahasa Indonesia dengan mudah; (2) pengajar BIPA, agar dapat mengecek materi kompetensi membaca yang diberikan kepada siswa agar mencerminkan level atau tingkatan kosa kata dari materi bacaan; (3) pengajar dan siswa agar dapat mengetahui dengan cepat melalui program korpus kata-kata yang berkolokasi.; dan (4) pengajar BIPA bisa memilih materi tata bahasa mana yang perlu diajarkan terlebih dahulu pada setiap level.

Semoga bermanfaat.

Oleh : Rahmi Yulia Ningsih